islamic ; exam! 2k23 ✶𓏲ּ꩜ .ᐟ











Ilmuwan Pada Zaman Abasiyah

Ibnu Sina




  • Biografi Ibnu Sina


Ibnu Sina lahir pada tahun 980 masehi di Bukhara, di Uzbekistan. Ibnu Sina memiliki nama latin yakni Avicenna. Ibnu Sina mengasah keterampilannya di bidang-bidang yang diabaikan oleh orang lain. Dia menggabungkan pengetahuan ilmiahnya dengan pertanyaan filosofis, yang dirinci dalam studinya, "Al Qanun fil-Tibb" (The Canon of Medicine) dan "Kitab Al Shifa ”(Kitab Penyembuhan). Penyelidikan filosofisnya kompleks, menggabungkan perspektif Aristotelian dan Platonis, dengan teologi Muslim. Paradigmanya canggih, membagi semua pengetahuan menjadi teori (matematika, fisika, kimia, astronomi dan metafisika) dan ilmu praktis (filsafat, etika, ekonomi dan politik).


Ketika Ibnu Sina berusia 13 tahun, ia memulai mempelajari ilmu medis, dan dengan cepat mendapatkan reputasi yang baik. Tiga tahun kemudian dia mendedikasikan semua usahanya untuk belajar kedokteran. Status sebagai seorang dokter terkenal kemudian sudah diraihnya saat berusia 18 tahun. Dalam periode itu dia berhasil menyembuhkan Nuh Ibnu Mansour, Penguasa Samanids. Padahal semua tabib terkemuka saat itu sudah putus asa menangani penyakit Sultan Nuh II. Atas usahanya yang besar, tabib muda ini diperbolehkan mengakses perpustakaan sultan yang luas berisi manuskrip langka. Itulah yang memfasilitasi kegiatan penelitiannya.



Tiga tahun kemudian dia mendedikasikan semua usahanya untuk belajar kedokteran. Status sebagai seorang dokter terkenal kemudian sudah diraihnya saat berusia 18 tahun. Dalam periode itu dia berhasil menyembuhkan Nuh Ibnu Mansour, Penguasa Samanids. Padahal semua tabib terkemuka saat itu sudah putus asa menangani penyakit Sultan Nuh II. Atas usahanya yang besar, tabib muda ini diperbolehkan mengakses perpustakaan sultan yang luas berisi manuskrip langka. Itulah yang memfasilitasi kegiatan penelitiannya. Saat menginjak usia 22 tahun ayahnya wafat. Dia memutuskan pindah ke Jurjan dekat Laut Kaspia dan mengajar tentang logika serta astronomi.


Namun akibat terus melakukan perjalanan, terlalu banyak mengerahkan tenaga mental, dan diperburuk oleh kekacauan politik, kesehatannya ambruk. Dekade terakhir dalam hidupnya, Ibnu Sina menghabiskan waktu untuk melayani seorang komandan militer Ala al-Dawla Muhammad. Selain sebagai dokter, sastrawan umum, dan konsultan ilmiah, dia juga membantu selama komandan itu ikut dalam kampanye. Ibnu Sina meninggal pada Juni 1037, pada usia 58 tahun dan dimakamkan di Hamedan, Iran.

  • Karya-karya Ibnu Sina

  1. Kitab Qanun Fi Al-Tibb
  2. Kitab Ash-shifa
  3. Kitab An-najat
  4. Kitab Fi Aqgsami Al-'Ulumi Al-'Aqliyyah
  5. Kitab Lisanu Al-'Arab
  6. Kitab Al-Isharat Wa Al-Tanbihat


  • Kisah keteladan Ibnu sina
Dari kisah Ibnu Sina ini dapat dipelajari bahwa kita harus ikhlas dalam menjalankan sesuatu semata-mata karena Allah SWT. Dibalik kecerdasan, kehebatan, dan kekuasaan seseorang, itu semua perlu ikhtiar dan ikhlas berserah diri kepada Allah SWT. Karena itu semua sejatinya milik Allah SWT.
 


  • Langkah yang dapat kita pelajari
kita tidak boleh pantang menyerah dan tidak mudah putus asa seperti Ibnu Sina

Komentar

Postingan Populer